IPS

Pertanyaan

Deskripsikanlah

1.DI/TII jawa tengah
2.DI/TII sulawesi selatan
3.DI/TII kalimantan
4. Pristiwa PKI mediun
5. Pemberontakan G-30 S/SPKI

1 Jawaban

  • 1. Gerakan DI/TII di Jawa Tengah- Amir Patah.
    untuk menumpas gerakan DI/TII di jawa tengah pada bulan januari 1950 dibentuk suatu komando operasi dengan nama benteng negara (GBN)=Gerakan Benteng Negara. dibawah pimpinan Letkol Sarbini.
    2. Gerakan DI/TII di Sulsel- Abdul Kahar Muzakar.
    Untuk menumpas gerakan DI/TII di Sulawesi Selatan dilakukan serangkaian operasi militer oleh pasukan TNI dan Kahar Muzakar berhasil ditembak mati.
    3. Gerakan DI/TII di Kalimatan Selatan-
    Ibnu Hajar.
    Gerakan DI/TII di Kalimatan Selatan pemerintah mengambil tindakan tegas mengempur gerakan Ibnu Hajar dan Ibnu Hajar sendiri di tangkap.
    4.Pemberontakan peristiwa PKI Madiun terjadi tanggal 18 September 1948. Para pemimpin pemberontakan ini ialah Amir Syarifudin dan Musso. Setelah menguasai Madiun para pemberontak melakukan penyiksaan dan pemunuhan besar-besaran. Pejabat-pejabat pemerintah, para perwira TNI dan polisi, pemimpin partai, para ulama, dan tokoh-tokoh masyarakat banyak menjadi korban keganasannya. Akhirnya pd tgl 30 September 1948 seluruh kota Madiundapat direbut kembali oleh TNI. Musso yg mlarikan diri ke luar kota dapat dikejar dan ditembak oleh TNI. Sedangkan Amir Syarifuddin tertangkap di hutan Ngrambe, Grobogan, daerah Purwodadi dan di hukum matii. Akhirnya pemberontakan PKI di Madiun dapat dipadamkan meskipun menelan korban dan melemahkan kekuatan pertahana RI.
    4.Pada tahun 1965, Indonesia berada dalam krisis ekonomi dan politik. Kondisi tidak menetu dan harga bahan tidak terjangkau. Presiden Sukarno sedang sakit dan dapat meninggal sewaktu-waktu.
     
    PKI dibawah DN Aidit melihat kesempatan untuk mengambil kekuasaan. Mereka menebar isu “Dewan Jenderal” yang disebut ada di kalangan Angkatan Darat yang ingin mengkudeta Presiden Sukarno.
     
    Kemudian pada malam 30 September 1965, Pasukan Cakrabirawa yang didudkung organisasi underbouw PKI melakukan penculikan pada para Jenderal Angkatan Darat. Mayat korban penculikan dibuang di Lubang Buaya.
     
    PKI berusaha menguasai Jakarta dan menduduki gedung RRI untuk mencoba mengeluarkan pernyataan bahwa mereka telah menggagalkan upaya kudeta dari Angkatan Darat dan mengumumkan pembentukan sebuah "Dewan Revolusi".
     
    Jenderal Suharto yang tidak diculik kemudian mengumpulkan pasukan Angkatan Darat, menyatakan dirinya melawan Gerakan 30 September dan merebut kembali RRI. Beberapa waktu kemudian, pasukan pimpinan Suharto menyerang markas G30S / PKI.  
     
    Suharto segera dipanggil ke Istana Bogor untuk berbicara dengan Sukarno. Di sana, presiden mengatakan bahwa dia telah menerima jaminan dari Marsekal Udara Omar Dani bahwa Angkatan Udara tidak terlibat.  
     
    Pertemuan tersebut akhirnya menjadikan Suharto sebagai pemimpin Angkatan Darat, bekerja sama dengan Pranoto Reksosamodra. Dalam penyelidikan mereka terhadap kejadian tersebut, pasukan Angkatan Darat menemukan markas G30S di Lubang Buaya - termasuk mayat para jenderal.
     
    Para jenderal dikebumikan di tempat lain dan Suharto menyampaikan sebuah pidato di mana dia mengutuk G30S dan PKI dan mendesak rakyat Indonesia untuk melanjutkan perjuangan para jendral yang tewas.
    semoga bermanfaat..


Pertanyaan Lainnya