perbedaan tipografi yang digunakan oleh penyair pada puisi Ballada Ibu yang Dibunuh karya W.S Rendra sama puisi Batu karya Sutardji Calzoum Bachri apa , ya
B. Indonesia
Gmab8745
Pertanyaan
perbedaan tipografi yang digunakan oleh penyair pada puisi " Ballada Ibu yang Dibunuh " karya W.S Rendra sama puisi Batu karya Sutardji Calzoum Bachri apa , ya
1 Jawaban
-
1. Jawaban paulina26
Macam - macam tipografi
1. Menggunakan huruf kecil semua tanpa tanda baca. Contohnya : PAMAN-PAMAN TANI UTUN, Piek Ardijanto Suprijadi.
2. Menggunakan huruf besar pada setiap awal kalimat, tanpa tanda baca. Contoh: ALMAMATER, Taufiq Ismail.
3. Menggunakan huruf besar-kecil dan tanda baca lengkap. Contoh: SEMENTARA THAWAF, Ajip Rosidi.
4. Sebagian baitnya menjorok ke dalam. Contoh: SEBAGAI DAHULU, Aoh Kartahadimaja.
tipografi berbeda dengan karya tulis pada umumnya, sah atau tidak?
---------------------------------------------
Tipografi disebut juga sebagai ukiran bentuk; susunan baris-baris atau bait-bait suatu karya sastra puisi. Yang juga termasuk dalam ke dalam tipografi adalah penggunaan huruf-huruf untuk menuliskan kata-kata pada suatu karya tulis. Tipografi dalam sastra sendiri tercipta ketika lahirnya puisi pertama.
Sebagaimana yang sudah kita ketahui dan alami sendiri. Dalam menulis suatu karya, setiap orang memiliki gaya dan kegemarannya sendiri. Ada yang dengan huruf kecil semua, ada pula yang selalu menggunakan huruf besar pada setiap awal kata di baris baru karya tulisnya. Juga dalam unsur penggunaan tanda baca. Ada yang dalam seluruh puisinya tanpa menggunakan tanda baca. Ada pula yang dengan setia menggunakan tanda baca.
Sepanjang perjalanannya, tipografi identik dengan karya sastra puisi, tapi semakin berkembangnya sastra, tipografi bukan hanya milik puisi tapi mencakup nyaris ke seluruh karya sastra.
Dalam bentuk puisi sendiri, tipografi masuk ke dalam daftar puisi kontemporer. Berbeda dengan puisi kontemporer suprakata yang memiliki bentuk terikat dan fungsi untuk menegaskan irama rima atau puisi kontemporer mbeling yang berfungsi mengkritik penuh. Puisi kontemporer tipografi justru hanya berfungsi untuk memberi perbedaan pada karya tulis sehingga terlihat lebih berwarna karena susunan katanya.
Sampai hari ini, belum ada nama pasti untuk membedakan tipografi-tipografi yang jamak digunakan para penulis. Hanya saja, tipografi berfungsi juga untuk memberikan ciri khas kepada seorang penulis.
Beberapa contoh tipografi:
1. Menggunakan huruf kecil semua dan tanpa tanda baca,
paman-paman tani utun
ingatlah
musim labuh sawah tiba
duilah
musim labuh kurang tidur ya paman
kerja berjemur dalam lumpur tak makan
sawah-sawah menggempur hancur
merpatinya wokwok ketekur
(PAMAN-PAMAN TANI UTUN, Piek Ardijanto Suprijadi)
2. Menggunakan huruf besar pada setiap awal kalimat, tanpa tanda baca,
Di depan gerbangmu tua pada hari ini
Kami menyilangkan tangan ke dada kiri
Tegak dan tengadah menetap bangunanmu
Genteng hitam dinding kusam berlumut waktu
(ALMAMATER, Taufiq Ismail)
3. Menggunakan huruf besar-kecil dan tanda baca lengkap,
Kukitari rumahMu.
Kukitari rumahMu bersama jutaan umat
Ketika Kauturunkan rahmat
meresap ke dalam hati, memercik di sudut mata :
Tuhanku, Tuhanku, ampuni segala dosa kami
Ulurkan tanganMu, bimbing kami
ke jalan lurus yang Kauridoi.
Di bumi ini
dan di akhirat nanti.
(SEMENTARA THAWAF, Ajip Rosidi)
4. Sebagian baitnya menjorok ke dalam,
Laksana bintang berkilat cahaya,
Di atas langit hitam kelam,
Sinar berkilau cahya matamu,
Menembus aku kejiwa dalam.
Ah, tersadar aku,
Dahulu ....................................
Telah terpasang lentera harapan
Tetiup angin gelap keliling.
Laksana bintang di langit atas,
Bintangku Kejora
Segera lenyap peredar pula,
Bersama zaman terus berputar
(SEBAGAI DAHULU, Aoh Kartahadimaja)
Adapun maksud penyusunan tipografi yang beraneka macam itu,secara garis besar dapat dibedakan atas dua macam:
1). Sekadar untuk keindahan indrawi; maksudnya agar susunan kata dalam karya tulis tersebut nampak indah dipandang.
2). Untuk membantu lebih mengintensifkan makna dan rasa atau suasana puisi yang bersangkutan.
Marilah kita perhatikan dua buah contoh puisi berikut ini:
Bukan tidak saya letakkan,
Buah delima di atas gudang
Untuk berbuka bulan puasa.
Bukan tidak saya katakan,
Saya hina dari orang,
Tuan katakan,tidak mengapa.
Pohon cempedak saya tanamkan,
Pohon nanas kutanam juga,
Batang mengkudu pemagarnya.
Bukan tidak saya katakan,
Tuan emas, saya tembaga,
Tidak sejodo keduanya.
(M.I. Nasution, PUJANGGA BARU)
[DOA PERAHU]
tuhanku
beritahu
kini
ke manakah
harus
kupergi
ke muara
menyongsong
laut
biru
ataukah
melawan
arus
menuju
hulu
(Ismed Natsir, Horison)
Dan masih banyak gaya yang lain, yang bisa diciptakan sendiri. Menguntip Moonrise Kingdom, "Kau tahu, puisi tidak selalu harus berirama.. Mereka hanya harus kreatif."
Dan jika sudah merasakan nyaman dengan salah satu bentuk tipografi, ada baiknya jangan terlalu banyak mengubah-ubahnya lagi. Sebab ciri, susah sekali dimiliki.
Sekian terimakasih semoga membantu