Sejarah

Pertanyaan

Teori Mekah merupakan teori yang menyanggah teori Gujarat. Salah satu bukti yang mendukung teori Mekah adalah....

A. ajaran sufi Wihdatul Wujud yang dikembangkan Syekh Siti Jenar

B. corak batu nisan makam Fatimah binti Maimun di Leran

C. corak batu nisan makam Maulana Malik Ibrahim di Gresik

D. penggunaan gelar al-Malik pada raja-raja Samudera Pasai

E. penggunaan gelar syah pada raja-raja Islam di Indonesia

1 Jawaban

  • Teori Mekah merupakan teori yang menyanggah teori Gujarat. Salah satu bukti yang mendukung teori Mekah adalah....

    D. penggunaan gelar al-Malik pada raja-raja Samudera Pasai

    Pembahasan:

    Ada berbagai teori persebaran Islam yang dicetuskan para sejarawan.

    1.  “Teori Gujarat” oleh Snouck Hurgronje dan J. Pijnapel

    Teori ini menyatakan bahwa Islam masuk dibawa oleh saudagar dan ulama dari Gujarat, India, serta juga dari wilayah pelabuhan lain di India seperti Malabar dan Bengala.

    Teori ini dibuat berdasaran bahwa Islam di Indonesia yang  berkembang di masa awal abad 15 ini, sama dengan Islam yang berkembang di India, yaitu Islam yang bercorak sufistik (dipengaruhi aliran Sufi).

    Namun teori ini juga memiliki kelemahan, karena umat Muslim di Indonesia menganut mazhab Syafii, sementara masyarakat Gujarat lebih banyak menganut mazhab Hanafi.

    2.   “Teori Arab atau Teori Mekkah” oleh van Leur, Anthony H. Johns, T.W Arnold, dan Buya Hamka.

    Berdasarkan teori ini, Islam masuk pada abad ke 7 Masehi, di Pantai Timur Sumatera melalui para ulama dari Mekah serta dari Damaskus, Syiria, yang merupakan pusat Dynasti Umayyah.

    Teori ini didukung fakta bahwa madzhab yang populer di Indonesia, khususnya di Samudera Pasai adalah madzhab Syafii yang juga populer di Arab dan Mesir. Kemudian adanya penggunaan gelar bahasa Arab yaitu “Al Malik” pada raja-raja Samudera Pasai yang hanya lazim ditemui pada budaya Islam di Mesir.

    Namun teori ini kurang mendapat bukti yang menjelaskan peran Bangsa Arab dalam proses penyebaran Islam di Indonesia.  

    3. “Teori Tiongkok” oleh Slamet Muljana.

    Teori ini berpendapat bahwa persebaran Islam tak lepas dari peranan para saudagar Tiongkok yang saat itu banyak yang beragama Islam. Tak kalah penting adalah kunjungan dari Laksamana Cheng Ho (Zheng He), seorang laksamana Dinasti Ming yang beragama Islam, dan diiringi oleh banyak pengiring yang juga beragama Islam.

    Teori ini juga berpendapat bahwa Wali Songo merupakan para keturunan saudagar Tionghoa. Teori ini berlawanan dengan pandangan umum bahwa Wali Songo adalah keturunan orang Arab atau Asia Tengah. Karena kontroversi ini, buku Slamet Muljana pernah dilarang di masa pemerintahan Suharto.  

    4.   “Teori Persia” oleh Umar Amir Husen dan Hoesein Djajadiningrat

    Menurut teori ini Islam yang masuk di Indonesia pada abad ke 7 Masehi adalah Islam yang dibawa kaum Syiah, Persia.

    Teori ini dibuat karena adanya adat di beberapa daerah yang terpengaruh budaya Iran, seperti bentuk batu nisan dan budaya Tabuik di Minangkabau dan gelah bahasa Persia yaitu “Syah” yang digunakan raja-raja Islam di Indonesia

    Namun, Teori ini memiliki kelemahan yaitu pada masa itu Iran bukan merupakan pusat persebaran Islam.

    Pelajari lebih lanjut tokoh pendiri kerajaan Demak dalam penyebaran Islam di: https://brainly.co.id/tugas/14400107

    Pelajari lebih lanjut kelebihan dan kekurangan dari Teori Mekkah di: https://brainly.co.id/tugas/5545557

    Pelajari lebih lanjut peranan Kerajaan Aceh dalam perkembangan Islam di Indonesia di: brainly.co.id/tugas/7163685  

    --------------------------------------------------------------------------------

    Detail Jawaban    

    Kode: 10.3.5  

    Kelas: X

    Mata pelajaran: IPS/Sejarah  

    Materi: Bab 5 - Zaman Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia

Pertanyaan Lainnya